Sunday, October 13, 2019

Mengenal Jenis-Jenis Kayu Untuk Furniture

Negara kita merupakan salah satu negara yang menjadi produsen kayu terbesar di dunia. untuk itu, tidak heran jika bisnis furniture yang memanfaatkan bahan dasar kayu, bisa dibilang berkembang sangat pesat. Kayu yang merupakan material dasar sebuah furniture, memiliki beberapa jenis yang biasa digunakan untuk dijadikan lemari, kursi, rak buku dan jenis furniture lainnya.
Negara kita merupakan salah satu negara yang menjadi produsen kayu terbesar di duniar.
Kayu untuk funiture

Untuk Anda pecinta kayu, perlu diketahui bahwa kayu terdiri dari beragam jenis yang berbeda, dan masing-masing mereka memiliki karakteristik dan kelebihan yang unik. Diantara jenis-jenis kayu yang ada, kayu solid cukup banyak diminati oleh para penggiat kayu karena merupakan bahan yang paling kuat untuk menampung beban berat dan ketahanannya yang cukup lama jika dibandingkan dengan kayu olahan. Selain itu, tampilan serat kayu solid lebih indah dan bisa dibongkar pasang berkali-kali, sehingga tidak sedikit produk furniture yang diekspor ke luar negeri ataupun yang dijual di dalam negeri memakai bahan dasar kayu ini.

Baca Juga : 15 Model Rumah Kayu Dengan Desain Modern Terbaik di Dunia

Nah, berikut ini beberapa jenis kayu solid yang paling banyak diminati untuk kebutuhan furniture, Silakan disimak.

Kayu jati

Tidak hanya dapat digunakan sebagai jenis kayu konstruksi seperti kusen-kusen rumah, kayu jati merupakan salah satu kayu premium yang berasal dari hutan tropis di Asia Tenggara. Maka dari itu, tidak heran jika jenis kayu ini banyak dipakai oleh para penggiat kayu untuk dibuat sebuah furniture. Ciri khas kayu ini yakni memiliki lapisan minyak yang terletak pada galih kayunya, sehingga tekstur luar kayu jati nampak bersinar. Selain itu, kayu jati merupakan jenis kayu yang tidak mudah dimakan rayap, maka dari itu penggunaannya sangatlah pesat. Meski demikian, harga kayu ini sangatlah mahal dibandingkan dengan jenis kayu lainnya.

Kayu mahoni

Selain kayu jati, ada juga kayu mahoni yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan-bahan dalam membangun rumah. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar furniture rumah tinggal. Dari segi harga, kayu mahoni lebih murah jika dibandingkan dengan kayu jati. Namun bila kayu ini telah diolah menjadi furniture, harganya dapat meningkat begitu drastis. Ciri khas dari jenis kayu ini adalah serat-serat serta pori-porinya yang halus. Kayu mahoni juga dikenal sebagai kayu yang memiliki warna merah kecoklatan.

Kayu nyatoh

Kayu ini merupakan salah satu jenis kayu yang paling banyak dipillih oleh pengrajin furniture atau mebel pada umumnya. Disamping Seratnya yang halus yang membuat tampilannya sangat indah,  Kayu nyatoh juga memiliki permukaan kayu yang licin, yang hampir serupa dengan kayu jati. kayu ini memiliki daya tahan yang baik terhadap serangan hama rayap.

Kayu pinus

Selain pohonnya yang dapat digunakan sebagai salah satu jenis tanaman bonsai, pohon pinus ini juga kerap kali dimanfaatkan dalam pembuatan produk furniture atau mebel. Sebab persediaan kayu pinus juga banyak dan mudah untuk ditemukan. Kayu pinus sendiri memiliki warna cerah yang menjadi daya tarik sendiri. Selain itu, kayu ini juga memiliki tekstur serat-serat halus. Namun hati-hati karena kayu pinus mudah terserang jamur.

Kayu sungkai

Kayu sungkai kerap kali dilirik sebagai alternative kayu dengan harga premium. Tidak hanya memiliki warna yang cerah, namun karakteristik kayu ini sangat cocok dimanfaatkan dalam proses pembuatan perabot rumah.


Kayu cedar

Dikenal juga dengan sebutan Aras, kayu ini sebenarnya berasal dari kawasan Mediterania atau Himalaya. Ciri khas dari kayu ini adalah bentuk daunnya hijaunya yang runcing. Kayu cedar umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk lemari pakaian hingga pembuatan sepatu. Hal ini dikarenakan karakteristik kayunya yang tahan terhadap cuaca dingin hingga hujan. Sebagai  furniture rumah, kayu ini juga memiliki tingkat kelembaban yang baik.

Kayu ramin

Kayu yang paling banyak ditemukan di pulau Sumatera dan Kalimantan ini kerap kali dimanfaatkan dalam pembuatan furniture. Tidak berhenti sampai situ saja, kayu ramin juga dimanfaatkan sebagai moulding, bingkai, veneer serta masih banyak lagi. Ciri khas kayu ini adalah warnanya yang kuning serta memiliki tekstur yang halus dan rata. Kayu ini juga banyak digunakan karena proses pengolahannya yang terbilang mudah.

Kayu sonokeling

Selain beberapa kayu diatas, ada pula kayu sonokeling, dengan karakteristiknya yang terbilang unik. Mengapa demikian? Sebab kayu ini memiliki warna merah tua atau ungu, dengan guratan garis hitam helap yang natural. Meski demikian, serat kayu sonokeling sangatlah halus, serta butiran yang menarik ini mengesankan permukaan tekstur yang menyerupai kayu jati.

Kayu akasia

Pohon akasia umumnya dimanfaatkan sebagai pohon peneduh. Namun siapa yang menyangka bahwa jenis kayu ini juga sering digunakan oleh para pengrajin mebel dalam pembuatan berbagai macam produk, mulai dari kursi, meja, pintu dan lain sebagainya.

Kayu sengon

Jenis kayu terakhir yang dapat Anda gunakan adalah kayu sengon, dimana kayu ini sering dimanfaatkan dalam pembuatan kursi rumah. Kayu sengon juga kerap kali dikenal dengan sebutan kayu albasia. Namun satu kekurangan dari jenis kayu ini adalah teksturnya yang kasar serta menimbulkan bau yang kurang sedap.

Kayu Bacote

Bacote merupakan pohon yang tumbuh subur di daerah Meksiko dan Amerika selatan, dapat tumbuh setinggi 30 meter dengan diameter 1,5 meter. Jenis kayu ini banyak digunakan sebagai furniture karena warna kayunya cukup unik seperti motif zebra.

Baca Juga : Bengkel Furniture Di Cikarang

Saat dibelah, kayu akan menghasilkan sejenis minyak. Walaupun begitu, proses pengolahan kayu ini tergolong mudah dan minyak tersebut tidak menghambat saat proses pengeleman. Malahan, dengan adanya kandungan minyak tersebut, bacote tidak disukai serangga termasuk rayap.

Dengan adanya kandungan minyak dan motif kayu yang unik menambah kesan eksklusif dan mewah setiap dibentuk menjadi sebuah peralatan mebel. Selain dijadikan furniture, bacote juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan alat musik, pegangan senjata dan bagian dari kapal pesiar.

Kayu Pink Ivory
elain di benua Amerika, di Afrika pun terdapat pohon yang dapat menghasilkan kayu dengan warna eksentrik, yakni pohon Umnini atau Umgoloty. Namun orang di luar Afrika menamainya pink ivory.

Walaupun dinamai pink ivory yang artinya merah muda, namun varian pohon ini juga memiliki warna merah tua hingga keungguan. Selain warna, kayu ini juga memiliki daya tahan yang bagus terhadap pembusukan. Selain itu, pink ivory memiliki kepadatan yang tinggi sehingga tergolong kayu keras.

Pohonnya sendiri dapat tumbuh setinggi 40 meter. Habitat asli pohon ini terletak di Afrika selatan, Mozambique dan Zimbabwe. Negara diatas memberlakukan izin yang ketat dalam penebangan pohon karena termasuk langka. Sampai-sampai para pencari kayu ini mengatakannya lebih langka dari batu permata.
Tekstur Kayu Pink Ivory
Tekstur Kayu Pink Ivory

Harga untuk satu kilogram pink ivory sekitar 600-800 ribu rupiah. Selain bagus jika dibuat furniture, jenis kayu ini juga banyak diolah untuk dijadikan tongkat biliard, pegang pisau dan ukiran mewah.

Kayu Bubinga
Sebagai pengrajin alat musik dan mebel mewah, pasti tidak asing dengan nama kayu satu ini, Bubinga. Bubinga banyak digunakan sebagai bahan utama pembuatan alat musik seperti kecapi, bass dan drum, karena dapat mempertahankan suara yang baik serta ketahanan yang lama.
Teksture Kayu Bubinga
Teksture Kayu Bubinga

Pohon ini memiliki habitat asli di daerah khatulistiwa, khususnya di Afrika. Pohon bubinga dapat tumbuh hingga 50 meter dengan diameter 2 meter. Warna kayunya pun bervariasi, mulai dari warna merah muda sampai coklat kemerahan dengan aksen garis-garis ungu atau hitam.


Ketika ditebang, pada kayu bubinga akan keluar getah yang akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap, namun aroma ini akan hilang dengan sendirinya. Jenis kayu ini banyak dipakai untuk furniture kualitas premium, pelapis kayu dan barang mebel mewah lainnya.

Kayu Ebony
Selain Kalimantan dan Papua, di Sulawesi pun terdapat pohon yang menghasilkan kayu berkualitas ekspor, yakni Ebony. Pohon dengan nama latin Diospyros celebica ini memiliki varian warna coklat hitam, kehitaman atau hitam belang-belang kemerahan.

Dalam perdagangan internasional kayu hitam sulawesi ini dikenal sebagai Macassar ebony, Coromandel ebony, Streaked ebony atau juga black ebony. Nama-nama lainnya di Indonesia, antara lain kayu itam, toetandu, sora, kayu lotong dan kayu maitong. Ebony tergolong kayu keras dengan berat jenis melebihi air sehingga tidak dapat mengapung.
Teksture Kayu Ebony
Teksture Kayu Ebony
Pohon yang dapat tumbuh hingga 40 meter dengan diamter 1 meter ini memiliki kelas kekuatan dan keawetan no I. Ebony biasa diolah untuk membuat furniture mewah, seperti kursi, meja, lemari. Juga ukiran, patung, alat musik seperti gitar dan piano.

Sayangnya pertumbuhan populasi pohon ini lambat, sedangkan tingkat eksploitasi cukup tinggi, hingga puncaknya pada tahun 1973, pohon ini dieksepor sebanyak 26 ribu meter kubik ke luar negeri. Untuk melindunginya, kini IUCN (lembaga pemerhati lingkungan PBB) menetapkan pohon ini pada kategori rentan punah dan dilindungi.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search